H1N1

1042291_f520Influenza A H1N1, atau lebih dikenal sebagai swine flu atau flu babi, disebabkan oleh virus yang termasuk anggota virus Influenza A (H1N1). Virus ini bersifat hybrid, dengan gabungan elemen genetik dari virus flu babi, virus flu burung, dan virus flu pada manusia.

Sejak 29 April 2009, organisasi kesehatan dunia WHO telah menetapkan tanda waspada pandemi global pada level 5. Maknanya adalah keadaan pandemi akibat Influenza H1N1 mengancam.

Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa Influenza H1N1 yang awalnya merebak di Meksiko, saat ini telah menyebar di banyak negara bagian Amerika dan Columbia, Kanada, Inggris, Spayol, Jerman, Selandia Baru, dan Israel. Data terbaru tanggal 29 mei 2009 menampilkan jumlah kasus sebanyak 8.975 yang tersebar di negara-negara bagian Amerika dan Kolumbia, dengan 15 kasus di antaranya meninggal. Baca Lanjutannya…

FLU BABI

SERBA-SERBI TENTANG FLU BABI

FLU BABI
Setelah flu burung H5N1 mereda dengan makin sadarnya masyarakat tentang bahaya dan cara mencegahnya sekarang muncul lagi varian virus baru yang juga disebabkan akibat mutasi yang terjadi dalam tubuh binatang BABI.

Akhir-akhir ini marak sekali pemberitaan mengenai flu babi. Sebenarnya apa itu flu babi? Apa saja gejalanya dan bagaimana cara pencegahan flu babi? Berikut sedikit ringkasan mengenai flu babi yang diambil dari beberapa sumber.Influenza babi atau “flu babi” awalnya merupakan penyakit respirasi akut sangat menular pada babi yang disebabkan oleh salah satu virus influenza babi, termasuk di antaranya virus influenza tipe A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2.Angka kesakitan akibat infeksi virus yang menyebar di antara babi melalui udara baik dengan kontak langsung maupun tidak langsung dengan babi pembawa virus Baca Lanjutannya…

VIRUS

VIRUS

Ilmu tentang Virus disebut Virologi. Virus (bahasa latin) = racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain. Saat ini virus adalah mahluk yang berukuran paling kecil. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter).

SEJARAH PENEMUAN
D. Ivanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.
Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM).

STRUKTUR TUBUH
Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel, hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (RNA atauamp; DNA) di bagian dalamnya. Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus, kita mengenal virus DNA dan virus RNA. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.

Lihat struktur virus :

Struktur virus bakteriofage

Struktur virus influenza

Perbedaan virus dengan sel hidup
Sel hidup: 1. memiliki 2 tipe asam nukleat sekaligus 2. dapat mereproduksi semua bagian selnya 3. memiliki system metabolisme

Virus :

1. hanya memiliki 1 tipe asam nukleat ( DNA atau RNA saja)

2. tidak dapat mereproduksi semua bagian. Selnya, virus hanya mereproduksi materi genetik dan selubung proteinnya.

3. tidak memiliki sistem metabolisme , oleh karena itu virus tidak dapat tumbuh dan bereproduksi tanpa adanya sel    inang.

Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk untai tunggal atau ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Baca Lanjutannya…

Susunan dan macam ekosistem

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

1. Susunan Ekosistem
Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai berikut.

a. Komponen autotrof
(Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan).
Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.

b. Komponen heterotrof
(Heteros = berbeda, trophikos = makanan).
Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

c. Bahan tak hidup (abiotik)
Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.

d. Pengurai (dekomposer)
Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur.

2. Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. Baca Lanjutannya…

animal save the planet

Siklus Biogeokimia

Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumf. Materi yang berupa unsurunsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan Materi dasar makhluk hidup dan tak hidup.

Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.

Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur. Di sini hanya akan dibahas 3 macam siklus, yaitu siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus karbon.

1. Siklus Nitrogen (N2)
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.

Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02- ), dan ion nitrat (N03- ).

Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen.

Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara. Dengan cara ini siklus nitrogen akan berulang dalam ekosistem. Lihat Gambar.

Gbr. Siklus Nitrogen di Alam

2. Siklus Fosfor
Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).

Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus. Lihat Gambar


Gbr. Siklus Fosfor di Alam

3. Siklus Karbon dan Oksigen
Di atmosfer terdapat kandungan COZ sebanyak 0.03%. Sumber-sumber COZ di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik.

Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi.

Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara.

Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di air. Lihat Gambar

Gbr. Siklus Karbon dan Oksigen di Alam

sumber tulisan : http://118.98.213.22/aridata_web/ristek/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0032%20Bio%201-7c.htm

Sampah, gaya Hidup yang menjadi petaka

May,2009

Gaya Hidup Jadi Petaka

Selama manusia hidup, secara alami kita akan memproduksi sampah yang berasal dari inner body. Sampah ini berwujud keringat, faeses, urine dan sisa pernafasan. Itu merupakan hasil akhir produk metabolisme tubuh manusia. Pengertian sampah adalah barang sisa yang tidak terpakai lagi. Jakarta saja dalam sehari menghasilkan sekitar 27.000 meter kubik sampah dan diperkirakan sekitar 100 meter kubik sampah mengalir setiap hari ke Teluk Jakarta. Tidak itu saja, di bantaran Ciliwung antara Tanjung Barat sampai Kalibata ada 32 titik pembuangan sampah ilegal dengan volume tampung sekitar 5.000 meter kubik. Wow.. jumlah yang fantastis. Lalu apa saja yang akan terjadi jika kita masih tidak peduli pada sampah? Ada tidak cara praktis untuk ikut mengurangi faktor kerusakan yang disebabkan sampah?

Malapetaka Sampah
Masalah yang saat ini kita hadapi adalah sampah yang berasal dari outer body. Sampah ini telah menimbulkan gangguan yang kadang kita tidak rasakan, namun itu terjadi. Secara lokal kita kerap mendengar berita tentang banjir banjir yang diakibatkan oleh sampah. Pada tingkatan global, ada kata yang sering kita dengar, yaitu Global Warming. Mau atau tidak itulah fakta yang saat ini kita hadapi. Permasalahan lingkungan yang disebabkan karena sampah ini, sebagian besar adalah faktor gaya hidup. Ya gaya hidup merupakan faktor utamanya. Dahulu ketika kita nenek moyang kita hidup, sampah yang dihasilkan kebanyakan adalah sampah organik. Maksudnya sampah yang mudah diurai oleh alam. Makanya tidak heran, jika sampah tersebut langsung dibuang ke lingkungan, tidak akan menimbulkan pengaruh yang berarti, karena bahan organik akan lapuk terurai.

Namun, di era modern ini, barang yang dihasilkan oleh manusia semakin kompleks. Barang yang kebanyakan merupakan bahan anorganik, yaitu barang yang tidak mudah terurai sangat mendominasi. Coba perhatikan, saat ini tidak ada barang yang tidak terbuat dari plastik. Semakin maju ilmu pengetahuan, jenis bahan kimia yang direkayasa untuk pemenuhan kebutuhan manusiapun semakin aneh. Maka tidak heran, jika sekarang banyak terjadi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh senyawa kimia.
Kasus kerusakan DNA yang mengakibatkan kelahiran cacat dan merebaknya berbagai kasus kanker. Ini semua merupakan beberapa akibat yang harus kita tanggung karena pengelolaan sampah yang kita terapkan masih tradisional.

Seharusnya dengan semakin banyaknya varian sampah, cara pengelolaannya juga harus disesuaikan. Contoh yang paling mudah, baterai termasuk dalam golongan sampah berbahaya karena kandungan mercurynya. Tapi kita masih menganggapnya barang remeh karena bentuknya yang kecil dan kerap kita pakai. Dan masih banyak yang membuang sampah baterai di tempat sampah biasa dan bahkan ada yang membakar atau menimbunnya. Efeknya mungkin belum bisa kita rasakan sekarang, tapi mungkin 10 tahun lagi dan kita tidak menyadarinya.

Sampah bekas kemasan plastikpun, sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama. Plastik yang selalu kita gunakan, jika tidak dikelola dengan benar akan menyumbang kerusakan lingkungan yang lebih parah juga. Praktek pembakaran sampah, melepasakan banyak senyawa kimia berbahaya ke udara, seperti dioxin. Jika zat ini sampai terhirup, dapat menjadi pemicu munculnya kanker.

Usaha penyadaran publik tentang parahnya masalah sampah ini sudah dilakukan dalam banyak hal. Baik dalam tingkatan lokal maupun global. Dalam bentuk leaflet sampai layar lebar. Sudah pernah nonton Wall- E? Itu merupakan salah satu cara penyadaran publik untuk permasalahan sampah dunia yang sudah semakin akut ini. Jika kita tidak peduli sampah mulai saat ini, apa yang diceritakan di Wall-E pasti akan terjadi.

Mencegah Malapetaka
Untuk mengurangi resiko kerusakan lingkungan yang lebih parah, kini banyak solusi yang ditawarkan. Konsep yang ditawarkan dan cukup praktis untuk dilakukan, yaitu :

1. Kurangi Sampah
Lihat kembali barang yang sering kita pakai atau konsumsi. Misal, pemakaian tas plastik saat berbelanja. Lihat kembali, apakah kita benar-benar membutuhkannya saat berbelanja? Jika kita bisa membawa tas kain, alangkah lebih baik dari pada membawa pulang kantong plastik. Seandainya setiap orang Jakarta mau peduli, tentunya jumlah sampah Jakarta yang dihasilkan setiap hari pasti akan berkurang dan tidak harus pusing-pusing mengantar sampah ke Bantar Gebang.

2. Pisahkan Sampah
Pemisahan sampah merupakan cara untuk mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke tempas sampah akhir. Dengan memisahkan sampah, banyak sampah yang masih bisa dimanfaatkan.Setidaknya memperpanjang usia pakainya sebelum menjadi sampah.

Ada banyak cara pemisahan sampah yang saat ini dilakukan. Ada yang mengelompokkan berdasarkan wujudnya, padat, cair dan gas. Berdasarkan bahayanya. Ada juga yang mengelompokkan berdasarkan kemampuan urai dan pengolahannya.
Banyak sistem yang digunakan. Yang lumrah kita kenal adalah pengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, logam, organik, barang berbahaya dan sampah lainnya yang tidak masuk dalam kategori tersebut.

Pemanfaatan sampah yang sudah terpisah inipun akan lebih mudah. Misal sampah kertas masih bisa dijual ke lapak, sampah logam masih ada yang nampung, sampah plastik masih diterima pemulung. Nah, ada juga sampah plastik yang tidak diterima pemulung, seperti sachet minuman, bungkus mi instant, kemasan refill. Kini banyak cara kreatif yang dilakukan untuk memanfaatkannya, yaitu dengan membuat kreasi platik seperti yang dilakukan oleh Seven Moms, kelompok kreasi plastik yang dimotori oleh ibu rumah tangga yang bermukim di kawasan padat penduduk di Kapuk Muara. Selain menyelamatkan lingkungan, kreasi kemasan plastik ini juga memberikan hasil sampingan bagi ibu rumah tangga ini.

3. Ubah Gaya Hidup
Kerusakan yang terjadi saat ini, lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup kita yang tidak ramah lingkungan. Jalan keluarnya adalah dengan mengubah gaya hidup kita. Mencari berbagai informasi tentang gaya hidup ramah lingkungan merupakan awal yang baik.

Langkah selanjutnya adalah mulai menerapkan informasi yang telah kita dapatkan. Misal, banyak orang sudah mengetahui bahwa kemasan styrofoam itu berbahaya, namun hingga saat ini jumlah pemakaian styrofoam sebagai kemasan makanan seolah dipandang sebelah mata.

Alangkah lebih bijaksana jika informasi bahaya styrofoam ini kita tindak lanjuti dengan mengurangi atau bahkan tidak memakai sama sekali.Kelangsungan alam dan segala ciptaan yang ada di bumi ini berada di tangan manusia. Jika kita mau peduli, niscaya keselamatan semua mahluk akan terjaga. Sekaranglah saatnya kita peduli pada sampah. Jika tidak, manusia sudah menyiapkan liang kubur bagi ras dan ciptaan lainnya. Mari kita berbuat sesuatu.

Penulis : Hendra Aquan (JGM_Jakarta Green Monster)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.